Sabtu, 02 Juni 2012

Kemana Perginya Air di Hari Minggu ?



News from MAN Insan Cendekia Serpong 

Satu hal yang menjadi ciri khas minggu malam di asrama Gedung I. Teriakan – teriakan meminta air yang memenuhi asrama. Hal initerjadi akibat habisnya pasokan air galon di asrama yang membuat para siswa meminta siswa – siswa lainnya yang masih memiliki persediaan air tersisa di kantong – kantong penyimapanan air masing – masing. Mengapa hal ini terdi, setidaknya ada 2 penyebab.

Penyebab pertama bersal dari pasokan air galon itu sendiri. Air galon di asrama dikirim setiap Hari Senin, Rabu, dan  Jumat. Pasokan tersebut diperuntukkan untuk dua hari. Misal, pasokan Hari Senin diperuntukkan untuk hari Senin dan Selasa. Begitu juga pasokan Hari Rabu diperuntukkan untuk  Hari Rabu dan Kamis. Namun paokan Hari Jumat diperuntukan untuk tiga hari yaitu, Hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Setiap dipasok biasanya ada delapan galon untuk 2 angkatan putra di gedung I. Sehingga rata-rata satu hari per angkatan adalah 2 galon. Sementara pasokan di hari Jumat satu angkatan per hari hanya satu sepertiga galon. Dari pasokan saja sudah kurang.
Lalu penyebab kedua berasal dari konsumen itu sendiri. Hari Jumat, Sabtu dan Minggu merupakan hari – hari dimana intensitas para siswa berolahraga sangatlah tinggi. Pada Hari Jumat dan Sabtu ada kegiatan spesialisasi olahraga. Di Hari Jumat ada spesialisasi bola basket, tenis meja dan kadang – kang sepak bola sementara di Hari Sabtu sissanya. Lalu di Hari Sabtu sendiri pada pagi harinya ada senam aerobik dan pelajaran olahraga ketika sekolah. Sementara di hari minggu ada IC Cup atau Liga Bagus. Seluruh kegiatan olahraga ini cukup banyak mengus keringat para siswa. Hal tersebut membuat mereka mengkonsumsi banyak air karena kehausan akibat hilangnya cairan tubuh melalui keringat.
Air sendiri merupakan kebutuhan mutlak manusia. Fungsi utama air sebagai pelarut sudah tak tergantikan lagi. Kekurangan air dapat menimbulkan berbagai efek negatif. Efek utama yang langsung bisa dirasakan adalah tekanan darah rendah. Hal ini dapat berdampak ke berbagai hal lain seperti pusing salah satu efek jangka pendeknya. Mungkin tidak semua sampai ke tahap berkurangnya tekanan darah rendah yang parah tetapi kekurangan mengkonsumsi air sudah cukup membuat ginjal bekerja keras. Hal ini dikarenakan berkurangnya pelarut yang melarutkan ion-ion yang tersaring oleh ginjal. Ujung-ujungnya adalah terbentuknya endapan dan berakhir pada penyakit batu ginjal dan infeksi saluran kencing.
Tentu kita semua tidak mau merasakan efek negatif kuranganya minum air. Oleh karena itu diharapkan pihak sekolah merespon hal ini dengan cepat. Solusi yang paling tepat adalah menambah pasokan air di hari Jumat sejumlah 4 galon untuk pasokan hari minggu untuk dua angkatan di gedung I. Mengingat pentingnya kebutuhan air bagi siswa khususnya di minggu – minggu kritis seperti ini menjelang UAS kenaikan kelas maka pihak sekolah diharapkan dengan cepat mengambil tindakan untuk menghentikan krisis slah satu kebutuhan paling vital bagi manusia ini.


TomCat     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar